2025-04-22
53x dilihat
Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi dan Sosialisasi Sekolah Rakyat di Kabupaten Siak, Pa Sandi Kodim 0322/Siak Hadir
Senin, 21 April 2025, pukul 08.00 WIB, bertempat di Ruang Rapat Pucuk Rebung Kantor Bupati Kabupaten Siak, telah dilaksanakan Video Conference (Vidcon) Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2025, dirangkai dengan Sosialisasi Penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Rapat ini dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk DR. Fauzi Sekda Kab. Siak, Wan Idris Dinas Sosial, Letda Inf Dedi Yondri Pa Sandi Kodim 0322/Siak mewakili Komandan Kodim 0322/Siak, serta perwakilan dari berbagai instansi terkait. Kegiatan ini membahas isu strategis terkait pengentasan kemiskinan ekstrem dan pengendalian inflasi.
Rapat menyoroti paparan Menteri Sosial, Saiful Yusuf, mengenai Sekolah Rakyat sebagai bagian dari arahan Presiden untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan berkualitas. Sekolah Rakyat, yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem Desil 1 dan 2, akan berbentuk asrama dengan fokus pada pendidikan akademis, pembentukan karakter, dan kesehatan. Landasan hukumnya mencakup UUD 1945 dan UU No. 13 Tahun 2011, dengan tujuan menghasilkan lulusan yang cerdas, tangguh, dan berkarakter kuat.
Paparan dari Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial, Prof. Dr. Ir. Nunung Nuryanto, menekankan peran Sekolah Rakyat dalam Inpres No. 8 Tahun 2025 untuk mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem. Strategi meliputi pengurangan beban pengeluaran, peningkatan pendapatan, dan penurunan kantong kemiskinan, dengan koordinasi lintas sektor dan pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Pemerintah daerah diminta menyusun program, anggaran, serta mendukung Sekolah Rakyat melalui penyediaan lahan, perizinan, dan tenaga pendidik.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik, Amalia Adininggar Widyasanti, memaparkan faktor penyebab inflasi, seperti fluktuasi harga komoditas global, volatilitas nilai tukar, dan gangguan rantai pasok. Pada April 2025, harga kebutuhan pokok relatif stabil pasca-Ramadhan dan Idul Fitri, meski komoditas seperti cabai dan bawang mengalami kenaikan akibat cuaca ekstrem dan lonjakan permintaan. Kondisi ini mulai membaik, menunjukkan upaya pengendalian inflasi yang mulai efektif.
Pendim 0322/Siak