2025-02-04
60x dilihat
Kodim 0322/Siak Aktif dalam Upaya Pengendalian dan Penanggulangan PMK di Kabupaten Siak
Dalam rangka pengendalian dan penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak, jajaran Babinsa Kodim 0322/Siak terus bersinergi dengan petugas kesehatan hewan dan masyarakat untuk mencegah penyebaran penyakit ini. Pada Selasa, 4 Februari 2025, Babinsa dari berbagai Koramil di bawah Kodim 0322/Siak turut serta dalam kegiatan sosialisasi, pembentukan Tim Unit Reaksi Cepat (URC), serta pendampingan vaksinasi bagi hewan ternak.
Di wilayah Kecamatan Sabak Auh, Babinsa Koramil 06/PWK Sabak Auh, Serka Yuswan, hadir dalam kegiatan penetapan Tim URC di Kampung Sungai Tengah. Tim ini dibentuk untuk mempercepat respons dalam menangani kasus PMK yang berpotensi menyebar di wilayah tersebut. Kegiatan ini juga dihadiri oleh petugas PMK, Drh. Bambang Setiawan dan Taufik, yang bertugas dalam monitoring serta pengendalian penyebaran penyakit. Dalam kesempatan ini, Babinsa bersama tim memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait langkah-langkah pencegahan, pentingnya menjaga kebersihan kandang, serta prosedur penanganan bagi ternak yang terindikasi PMK.
Sementara itu, di Kecamatan Kandis, Babinsa Koramil 05/PWK Kandis, Sertu Ridho Utomo, melaksanakan pendampingan vaksinasi PMK bagi ternak sapi di Kampung Belutu. Dalam kegiatan ini, sebanyak 18 ekor sapi milik seorang warga bernama Yusni menjadi sasaran vaksinasi. Langkah ini diambil untuk mencegah penyebaran penyakit yang telah mewabah dan menyerang sejumlah hewan ternak, khususnya sapi.
Sertu Ridho Utomo menyampaikan bahwa PMK merupakan ancaman serius bagi peternak, karena dapat menyebabkan penurunan produktivitas ternak serta meningkatkan angka kematian hewan. Oleh karena itu, pendampingan dari Babinsa dalam proses vaksinasi dan edukasi bagi peternak menjadi langkah penting dalam menekan penyebaran penyakit ini.
Keterlibatan Babinsa dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen Kodim 0322/Siak dalam membantu pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kesehatan hewan ternak serta memastikan ketahanan pangan tetap terjaga. Upaya pencegahan ini diharapkan dapat mengurangi dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh wabah PMK dan memberikan pemahaman yang lebih luas kepada masyarakat terkait pentingnya vaksinasi serta kebersihan lingkungan peternakan.