Logo

Website Resmi Komando Distrik Militer

0322/Siak

...
2025-01-20
185x dilihat

Babinsa Kodim 0322/Siak Intensif Pantau Banjir Hari Ke-6 di Benteng Hilir, Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Siak, 20 Januari 2025 – Banjir yang melanda Kampung Benteng Hilir, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, terus menjadi perhatian serius aparat setempat. Pada hari ke-6, Senin (20/1), Babinsa Koramil 01/Siak, Sertu Syahmudin N dan Sertu Ariyanto, bersama tim gabungan dari Polri, Tagana, PMI, PLN, dan Puskesmas Mempura kembali turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan dan pengecekan wilayah terdampak.

 

Berdasarkan laporan terbaru, banjir masih memengaruhi sekitar 300 Kepala Keluarga (KK). Dari jumlah tersebut, 35 KK masih mengalami genangan air di dalam rumah, meskipun jumlah ini berkurang dibanding hari sebelumnya. Sementara itu, 280 KK menghadapi genangan di halaman rumah. Sebanyak 42 KK (144 jiwa) tetap mengungsi di MDA Nurul Hidayah untuk menghindari risiko jika banjir kembali meluas.

 

Tim gabungan yang terdiri dari 2 personel TNI, 3 anggota Polri, 3 Tagana, 2 PMI, 2 petugas PLN, dan 4 tenaga kesehatan dari Puskesmas Mempura bekerja sama memastikan keamanan dan kesehatan warga terdampak. Kondisi terkini menunjukkan ketinggian air mulai menyusut, dengan genangan di dalam rumah berkisar antara 1-2 cm, dan genangan di halaman rumah berada pada kisaran 10-35 cm. Namun, banyak warga yang masih memilih bertahan di pengungsian karena kekhawatiran akan banjir susulan.

 

Tim gabungan juga telah menyiapkan langkah mitigasi jika debit air kembali meningkat. Aula kantor desa telah disiapkan sebagai lokasi pengungsian tambahan. Babinsa dan tim terus menghimbau warga untuk tetap waspada dan segera melaporkan situasi terkini kepada aparat jika diperlukan.

 

Warga memberikan apresiasi tinggi atas kehadiran Babinsa dan tim gabungan yang terus membantu mengatasi dampak banjir. "Kehadiran Babinsa dan aparat sangat membantu kami. Mereka tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga memberikan dukungan yang sangat berarti," ungkap salah satu warga pengungsi.